Senin, 09 Januari 2012

sistem pendidikan

Suatu sistem informasi pendidikan dibangun dengan beberapa tahap pengembangan serta melibatkan sumber daya dari beberapa disiplin ilmu yang berbeda, baik sisi manajemen, teknologi informasi, keuangan, dan lain sebagainya. Hasil produk pembangunan sistem informasi ini adalah suatu perangkat lunak yang terpadu, ditambah dengan tata aturan yang di terapkan untuk mengelola sistem pendidikan sehingga tujuan dari sistem tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas pendidikan dapat tercapai.
Penggunaan website dalam system informasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan mempunyai banyak bentuk, hal ini dikarenakan   kemudahan akses internet oleh kalangan akademis. Bentuk umum dari system pendidikan antara lain meliputi:
1. Paper Substitution
Paper substitution adalah metode yang paling umum digunakan dari penggunaan website untuk mendukung aktifitas belajar. Metode ini dapat dilakukan dengan membuatkan materi kuliah dalam bentuk elektronik dan dapat diakses melalui web. Materi kuliah disini dapat berupa silabus perkuliahan, tugas rumah beserta solusinya, bacaan tambahan, dan soal-soal tes. Metode ini tidak mengubah lingkungan belajar di kelas dari system pendidikan yang masih bersifat tradisional.
2. Classroom Enhancement
Metodologi dari classroom enhancement perkuliahan normal ditingkatkan dengan aktifitas tambahan yang tersedia untuk siswa pada website. Peningkatan ini meliputi simulasi interaktif, animasi khusus, contoh-contoh tambahan, soal beserta solusinya, kelompok diskusi, on-line chat room dan tes interaktif. Pada metodologi ini, peningkatan dirancang untuk siswa menggunakan setelah mereka diterangkan materi di kelas. Sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya,n metode ini tidak mengubah suasana belajar.
3 Preparation & Enhancement
Pada model ini, aktifitas sebelum kuliah dirancang untuk memberikan gambaran materi yang akan didiskusikan dalam kelas. Aktifitas sebelum kuliah ini dapat berupa video overview, tugas bacaan dan review dari aplikasi yang akan didukung oleh materi yang akan diajarkan di dalam kelas. Untuk mendorong siswa menyelesaikan aktifitas sebelum kuliah, sebuah tes online diberikan sebagai syarat perkuliahan. Tujuan dari tes ini bukan untuk mengukur kemampuan siswa akan materi yang akan dipelajari di kelas, tetapi untuk memastikan bahwamsiswammengerti dasar-dasar dan aplikasi di duniamnyata yang menggunakan konsep tersebut yang nantinya diajarkan secara detail di dalam kelas. Akhirnya, setelah aktifitas perkuliahan selesai, siswa akan dapat meningkatkan dan memperkuat pemahaman mereka tentang konsep yang telah diajarkan dengan meng-explore materi kuliah tambahan pada website. Setelah siswa memperoleh kepercayaan diri yang cukup akan pemahaman konsep dan materi secara detail yang diajarkan, mereka dapat mengukur tingkat pemahaman mereka melalui on-line final test.
2.4 Active Classroom
Pada model ini, siswa perlu untuk berpartisipasi dalam on-line materi dari pengajar dan mengetahui gambaran umum aktifitas kuliah sebelum mereka memasuki perkuliahan. Bahanbahan perkuliahan dapat berupa format video, sehingga siswa dapat melihat dan mengulangi kembali sampai dirasa cukup mengerti dengan apa yang akan diajarkan. Didalam kelas, perkuliahan dilaksanakan secara aktif, dengan berfokus pada team-based real world project yang membantu memperkuat teori yang telah mereka pelajari sebelum kuliah berlangsung. Setelah perkuliahan selesai, siswa juga dapat menyegarkan ingatan tentang materi kuliah melalui aktifitas tambahanyang ada di website serta menunjukkan pemahamanmereka dengan mengerjakan tes final. Model ini secara nyata meninggalkan konsep pengajaran tradisional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar